Medan(BeritaRuang) — Ketua Satuan Tugas (Satgas) Generasi Muda FKPPI Sumatera Utara, Dedy Rizaldy, menegaskan bahwa GM FKPPI Sumut tidak terlibat dalam kericuhan yang disebut melibatkan Keluarga Besar FKPPI (KB FKPPI) dan Pemuda Pancasila di Tanjung Morawa.
Dalam pernyataan sikapnya, Dedy Rizaldy meminta masyarakat untuk memahami perbedaan antara GM FKPPI dan KB FKPPI agar tidak terjadi kesalahpahaman, khususnya dalam penyebutan organisasi terkait insiden tersebut.
Ia menegaskan, setiap pemberitaan mengenai peristiwa di Tanjung Morawa harus mengedepankan prinsip akurasi, keberimbangan, serta verifikasi informasi sebelum mengaitkan organisasi tertentu dengan suatu kejadian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
GM FKPPI Sumatera Utara menegaskan bahwa kami tidak terlibat dalam kericuhan tersebut. Kami meminta agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam penyebutan nama organisasi. GM FKPPI dan KB FKPPI perlu dibedakan secara jelas,” tegas Dedy Rizaldy dalam pernyataan tersebut.
Menurutnya, pengaitan nama GM FKPPI Sumut dengan insiden tersebut harus didasarkan pada fakta dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan berdasarkan asumsi atau informasi yang belum terverifikasi.
Dedy juga mengimbau seluruh pihak agar menyikapi persoalan tersebut secara bijaksana dan tidak mengambil tindakan yang berpotensi memperkeruh situasi. Ia meminta agar penanganan setiap persoalan yang berkaitan dengan insiden tersebut diserahkan kepada aparat penegak hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, GM FKPPI Sumut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri, menghindari provokasi, serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap kondusif.
Pernyataan ini, lanjutnya, merupakan penegasan sikap organisasi agar tidak terjadi kekeliruan dalam mengidentifikasi pihak-pihak yang berkaitan dengan peristiwa di Tanjung Morawa.
GM FKPPI Sumut berharap masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terkonfirmasi, sembari memberikan ruang kepada pihak berwenang untuk menangani persoalan tersebut secara profesional.













