Daftar Lokasi di Aceh-Sumbar-Sumut yang Masih Sulit Diakses Imbas Bencana

- Penulis

Senin, 15 Desember 2025 - 01:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan perkembangan penanganan bencana di di Aceh, Sumatera Barat (Sumbar), dan Sumatera Utara (sumut). Sampai saat ini, masih ada sejumlah titik yang sulit diakses.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Abdul Muhari, menyampaikan untuk di Aceh, ada sejumlah titik di 3 Kabupaten yang akses daratnya masih terbatas.

“Untuk Provinsi Aceh ada 3 Kabupaten yang saat ini statusnya masih dalam penanganan atau atensi khsusus karena status dari akses darat yang masih terbatas di beberapa titik,” kata Abdul dalam konferensi pers yang disiarkan daring, Minggu (14/12/2025).

Sedangkan di Sumut terdapat 2 Kabupaten yang masih sulit akses daratnya. Untuk Sumbar ada 1 titik setingkat kampung yang masih belum terbuka aksesnya.

“Untuk daerah (Sumut) yang masih sulit akses daratnya itu 2 Kabupaten,” kata dia.

“Daerah (Sumbar) yang masih sulit untuk dijangkau itu tersisa 1 Nagari. 1 Nagari ini setingkat 1 kampung. Jadi di Kabupaten Agam masih ada 1 Nagari yang terdampak banjir longsor, itu yang masih belum terbuka aksesnya, tapi ini logistik terus kita drop ya via udara,” tambahnya.

Berikut daftar titik-titik lokasi yang masih sulit dijangkau:

Aceh

1. Kabupaten Bener Meriah: 4 Kecamatan, 15 desa
2. Kabupaten Aceh Tengah: 7 Kecamatan, 73 desa
3. Gayo Lues: 3 Kecamatan, 27 desa

Baca Juga :  Pemkab Sergai Apresiasi Dukungan Infrastruktur Pemprov Sumut, Jalan dan Jembatan Baru Segera Dibangun

Sumut

1. Kabupaten Tapanuli Tengah: 6 Kecamatan, 14 desa
2. Kabupaten Tapanuli Utara: 3 Kecamatan, 7 desa

Sumbar

1. Kabupaten Agam: 1 nagari (setara kampung)

BNPB juga telah menyampaikan data terbaru korban bencana banjir bandang dan longsor Sumatera. Jumlah korban tewas saat ini menjadi 1.016 orang.

“Di Aceh 9 dan satu di Kabupaten Agam sehingga total yang kemarin 1.006 jiwa, hari ini bertambah menjadi 1.016 jiwa,” kata Abdul Muhari.

Adapun jumlah korban hilang saat ini menjadi 212 orang. Kemudian pengungsi masih 624.670 orang.

Follow WhatsApp Channel www.beritaruang.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kabut Asap Masuk Medan, IMM Bagikan Ribuan Masker dan Soroti Lambannya Penanganan Karhutla
SUARA SUMUT Konsolidasi Aksi Besar, Siapkan Enam Tuntutan untuk PPKS Medan dan Kejati Sumut
Pemkab Taput Ajukan Ranperda Penataan Organisasi BPBD, Sesuaikan Regulasi Terbaru
Ketua Satgas GM FKPPI Sumut Tegaskan Organisasi Tidak Terlibat Kericuhan di Tanjung Morawa
KMMB Sumut Siapkan Aksi Besar Jilid II, Soroti Dugaan Pencemaran Lingkungan dan Alih Fungsi Lahan HGU Kebun Adolina
SOLIDARITAS UNTUK AKSI DAN RAKYAT SUMATERA UTARA (SUARA SUMUT) DESAK KEJATI SUMUT BUKA HASIL PEMERIKSAAN PROYEK WARALABA KECAMBAH SAWIT PPKS MEDAN.
DUGAAN KETIDAKSESUAIAN KONTRAK SOLAR NON-SUBSIDI DI PEMBIBITAN KEBUN SEI SILAU, MASYARAKAT DESAK SPI DAN APH TURUN TANGAN!
Peduli Kesehatan Masyarakat, Satgas GM FKPPI Sumut Serukan Pencegahan Dampak Kabut Asap
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:19 WIB

Kabut Asap Masuk Medan, IMM Bagikan Ribuan Masker dan Soroti Lambannya Penanganan Karhutla

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:09 WIB

SUARA SUMUT Konsolidasi Aksi Besar, Siapkan Enam Tuntutan untuk PPKS Medan dan Kejati Sumut

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:27 WIB

Pemkab Taput Ajukan Ranperda Penataan Organisasi BPBD, Sesuaikan Regulasi Terbaru

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Ketua Satgas GM FKPPI Sumut Tegaskan Organisasi Tidak Terlibat Kericuhan di Tanjung Morawa

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:56 WIB

KMMB Sumut Siapkan Aksi Besar Jilid II, Soroti Dugaan Pencemaran Lingkungan dan Alih Fungsi Lahan HGU Kebun Adolina

Berita Terbaru