KARO|BeritaRuang– Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka turun langsung melihat kondisi sejumlah siswa SMAN 1 Kabanjahe yang diduga mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (11/9/2026) pagi.
Kunjungan tersebut berlangsung di Rumah Sakit Efarina Etaham, Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Dalam kesempatan itu, Wapres Gibran memeriksa kondisi 21 siswi yang tengah menjalani perawatan di RS Efarina Etaham. Setelah itu, Wapres juga melanjutkan kunjungannya ke RS Amanda untuk melihat tiga siswi lainnya yang turut mendapatkan perawatan.
Gibran didampingi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution serta Bupati Karo Antonius Ginting. Kehadiran Wapres di kawasan rumah sakit mendapat pengamanan dari personel gabungan TNI dan Polri yang berjaga di sejumlah titik di sekitar lokasi untuk menjaga keamanan dan memastikan agenda kunjungan berjalan lancar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat berada di ruang perawatan, Wapres Gibran berinteraksi langsung dengan para siswi dan keluarga yang berada di sisi mereka. Ia menanyakan kondisi kesehatan para pasien sekaligus memastikan penanganan medis terhadap para siswi berjalan sebagaimana mestinya.
Pihak rumah sakit menyampaikan bahwa seluruh pasien telah memperoleh perawatan medis yang dibutuhkan. Kondisi mereka juga masih terus dipantau oleh tim medis secara intensif.
”Kita pastikan semuanya mendapat penanganan terbaik. Keluarga tidak perlu khawatir, pemerintah akan memantau terus perkembangan kesehatan adik-adik sekalian,” kata Wapres Gibran saat berdialog singkat dengan para pasien.
Di sisi lain, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sumut akan memberikan dukungan penuh terhadap proses penanganan para siswa. Selain itu, pengawasan terhadap penyaluran serta mutu makanan dalam pelaksanaan program MBG di wilayah tersebut akan diperketat.
Bupati Karo Antonius Ginting turut menyampaikan komitmennya untuk menelusuri lebih jauh penyebab kejadian tersebut bersama sejumlah instansi terkait. Langkah itu dilakukan sebagai upaya agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.
Sampai saat ini, proses investigasi masih berlangsung. Pemeriksaan terhadap sejumlah sampel makanan juga dilakukan untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi menu MBG tersebut.













