Binjai(BeritaRuang) — Puluhan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Binjai, Senin (12/10/2026) pagi. Dalam aksi tersebut, massa mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Binjai agar membuka transparansi proses pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB itu dikoordinatori Gerry Cahya Wargana. Dalam orasinya, massa menyampaikan sejumlah dugaan terkait praktik gratifikasi, jual beli proyek, hingga pengondisian pemenang tender di lingkungan Pemko Binjai.
Mahasiswa menilai proses pengadaan barang dan jasa pemerintah harus dilaksanakan secara transparan, kompetitif, serta bebas dari konflik kepentingan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pernyataan sikapnya, massa juga mendesak aparat penegak hukum untuk menelusuri dugaan aliran dana dan indikasi suap yang disebut berkaitan dengan proses tender proyek di lingkungan Pemko Binjai.
“Kami mendesak aparat penegak hukum mengusut dugaan aliran dana dan indikasi suap dalam proses tender. Kami juga meminta klarifikasi terbuka dari pejabat terkait serta verifikasi LHKPN,” ujar Gerry dalam orasinya.
Mahasiswa turut meminta agar pejabat terkait memberikan penjelasan secara terbuka mengenai mekanisme pengadaan barang dan jasa, termasuk proses penentuan pemenang tender.
Aksi tersebut menjadi bentuk tuntutan mahasiswa terhadap keterbukaan informasi publik dan pengawasan pelaksanaan proyek pemerintah. Mereka berharap seluruh proses pengadaan dapat berjalan sesuai aturan serta mengedepankan prinsip akuntabilitas.
Hingga berita ini disusun, naskah yang tersedia belum memuat keterangan resmi dari pihak Pemko Binjai maupun aparat penegak hukum terkait tuntutan dan dugaan yang disampaikan massa.













