LANGKAT |BeritaRuang – Keluhan masyarakat Dusun Mekar Jaya, Desa Stabat Lama, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, terkait banjir yang telah bertahun-tahun melanda permukiman warga akhirnya mendapat respons dari Pemerintah Kabupaten Langkat melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim).
Banjir yang kerap terjadi setiap kali hujan deras turun disebut disebabkan oleh saluran drainase yang tersumbat serta belum adanya muara pembuangan air yang memadai. Akibatnya, air meluap dan menggenangi rumah-rumah warga.
Aspirasi masyarakat tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Forum Pemuda Daerah (FORPEDA) Kabupaten Langkat, Muhammad Nur Adlin, S.H., kepada Kepala Dinas Perkim Kabupaten Langkat, Robby. Dalam pertemuan tersebut, Adlin meminta pemerintah daerah mempertimbangkan alokasi anggaran melalui Perubahan APBD (P-APBD) Kabupaten Langkat Tahun Anggaran 2026 untuk penanganan banjir di wilayah tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami menyampaikan keluhan masyarakat Dusun Mekar Jaya yang selama ini selalu terdampak banjir akibat parit yang tersumbat dan tidak memiliki muara pembuangan air yang jelas. Kami berharap pemerintah dapat memprioritaskan pembangunan atau revitalisasi drainase agar persoalan ini dapat segera teratasi,” ujar Adlin.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perkim Kabupaten Langkat, Robby, menyatakan pihaknya akan segera melakukan survei lapangan guna mengidentifikasi kondisi sebenarnya serta menentukan langkah penanganan yang tepat.
“Kami akan turun ke lokasi untuk melakukan survei terlebih dahulu. Pembangunan drainase harus didukung dengan sistem pembuangan air yang jelas agar hasilnya efektif dan tidak menimbulkan kendala teknis di kemudian hari,” kata Robby.
Ia menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan perwakilan masyarakat saat pelaksanaan survei guna memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi lapangan dan titik-titik yang menjadi sumber permasalahan.
“Jika tim sudah siap turun ke lapangan, kami akan berkoordinasi dengan perwakilan masyarakat agar proses survei berjalan optimal dan solusi yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga,” ujarnya.
Respons cepat dari Dinas Perkim Kabupaten Langkat tersebut disambut positif oleh masyarakat Desa Stabat Lama. Warga berharap survei lapangan dapat segera direalisasikan sehingga penanganan banjir yang selama ini menjadi persoalan tahunan dapat masuk dalam prioritas pembangunan melalui P-APBD 2026.
Dengan adanya langkah awal berupa survei dan kajian teknis, masyarakat berharap pemerintah daerah dapat menghadirkan solusi yang berkelanjutan demi menciptakan lingkungan permukiman yang lebih aman dan bebas dari banjir.











