LANGKAT|BeritaRuang — Sebuah video berisi tudingan dugaan praktik setoran dari bandar narkotika kepada oknum anggota kepolisian di Kabupaten Langkat viral di media sosial dan menjadi perhatian publik.
Dalam video tersebut, narator Bripka A Tamba seorang polisi yang diduga telah di PTDH mengaku memperoleh informasi dari seseorang yang disebut mengetahui praktik setoran. Nama Brigadir EOY, yang disebut sebagai anggota polisi narkoba Polres Langkat, turut disinggung.
Berdasarkan keterangan dalam video, seorang bandar sabu yang disebut bernama atau berinisial Aseng, yang dikaitkan dengan wilayah Batang Serangan, diduga memberikan setoran secara berkala setiap 10 hari. Bahkan disebutkan bahwa setoran kembali diminta sebelum jatuh tempo.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Video itu juga mempertanyakan mengapa pihak yang disebut memberikan setoran tetap menjalani proses hukum. Tudingan kemudian berkembang hingga mengaitkan dugaan penerimaan uang dengan kemungkinan keterlibatan oknum aparat dalam peredaran narkotika.
Menanggapi informasi tersebut, Muhammad Nur Adlin SH, Ketua Forum Pemuda Daerah (FORPEDA) Langkat, mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan tidak mengambil kesimpulan sebelum ada hasil pemeriksaan resmi.
“Kami mengimbau masyarakat jangan mudah terprovokasi. Informasi yang beredar harus diverifikasi dan jangan langsung dianggap sebagai fakta hukum. Kami mendorong Kapolres Langkat menyelidiki informasi ini secara profesional, objektif dan transparan,” ujar Adlin.
Menurutnya, apabila tudingan tersebut tidak terbukti, perlu ada penjelasan kepada publik. Sebaliknya, jika ditemukan pelanggaran, harus diproses sesuai ketentuan hukum.
“Kita ingin persoalan ini terang agar tidak menimbulkan kegaduhan publik. Yang paling penting adalah kebenaran dan kepastian hukum,” tegasnya.
Hingga saat ini, seluruh tudingan dalam video tersebut masih merupakan klaim yang belum terverifikasi dan belum dapat dianggap sebagai fakta hukum sebelum dibuktikan melalui proses penyelidikan dan penyidikan oleh pihak berwenang.













