KECEWA TAK DITEMUI KEPALA BAPENDA, KOMPAS SUMUT SIAPKAN AKSI JILID II DI LABUHANBATU.

- Penulis

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuhanbatu | Ruang Berita- Koalisi Mahasiswa Progresif Anti Korupsi Sumatera Utara (KOMPAS SUMUT) Koordinator Labuhanbatu Raya menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kabupaten Labuhanbatu, Selasa (23/6/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kontrol sosial mahasiswa terhadap pengelolaan anggaran dan pendapatan daerah yang dinilai perlu mendapatkan perhatian publik.

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan dan mempertanyakan beberapa kegiatan yang dianggap perlu dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat. Di antaranya anggaran pembuatan video cinematic senilai Rp159,6 juta, perjalanan dinas dalam kota yang mencapai lebih dari Rp500 juta, pengadaan pakaian satu stel senilai Rp32,8 juta, serta persoalan pembayaran pajak galian C dan pajak tempat hiburan malam (THM), karaoke, dan spa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Massa aksi menilai penggunaan anggaran daerah harus berpedoman pada prinsip efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas. Menurut mereka, setiap rupiah uang rakyat wajib dipertanggungjawabkan secara terbuka, terlebih di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang saat ini tengah digalakkan pemerintah.

Baca Juga :  BPJS Medan Didemo Mahasiswa, KMMB-SU: Jangan Mainkan Hak Kesehatan Rakyat!

Saat aksi berlangsung, perwakilan mahasiswa hanya diterima oleh salah seorang Kepala Bidang (Kabid) BAPENDA Kabupaten Labuhanbatu untuk melakukan dialog. Sementara itu, Kepala BAPENDA tidak berada di kantor dan tidak dapat menemui massa aksi secara langsung.

Ketidakhadiran Kepala BAPENDA menjadi sorotan mahasiswa. KOMPAS SUMUT menilai pimpinan instansi seharusnya hadir untuk memberikan penjelasan langsung atas berbagai persoalan yang menjadi perhatian publik. Selain itu, mahasiswa mengaku belum memperoleh jawaban yang memuaskan atas sejumlah tuntutan yang mereka sampaikan dalam dialog tersebut.

Kami datang untuk menyampaikan aspirasi masyarakat dan meminta penjelasan terkait sejumlah penggunaan anggaran yang menjadi perhatian publik. Namun sangat disayangkan Kepala BAPENDA tidak berada di tempat dan jawaban yang kami terima belum menjawab substansi tuntutan yang kami sampaikan,” ujar salah seorang perwakilan massa aksi.

Baca Juga :  Lapak Judi Sabung Ayam Marak di Wilayah Hukum Polres Binjai, AMANAT Sumut: Kinerja Kapolres Dipertanyakan

Atas kondisi tersebut, KOMPAS SUMUT menyatakan akan kembali menggelar aksi lanjutan atau aksi jilid II dalam waktu dekat. Mereka berencana menghadirkan jumlah massa yang lebih besar dan meminta Kepala BAPENDA hadir secara langsung untuk memberikan klarifikasi terbuka kepada masyarakat.

Mahasiswa juga menegaskan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga terdapat keterbukaan informasi dari pihak terkait. Selain itu, mereka meminta aparat pengawas internal pemerintah maupun aparat penegak hukum untuk melakukan pemeriksaan apabila ditemukan indikasi pelanggaran dalam pengelolaan anggaran daerah.

Menurut KOMPAS SUMUT, aksi yang dilakukan merupakan bagian dari upaya mahasiswa dalam menjalankan fungsi kontrol sosial serta memastikan tata kelola pemerintahan berjalan secara transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. (Red)

Follow WhatsApp Channel www.beritaruang.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kabut Asap Masuk Medan, IMM Bagikan Ribuan Masker dan Soroti Lambannya Penanganan Karhutla
SUARA SUMUT Konsolidasi Aksi Besar, Siapkan Enam Tuntutan untuk PPKS Medan dan Kejati Sumut
Ketua Satgas GM FKPPI Sumut Tegaskan Organisasi Tidak Terlibat Kericuhan di Tanjung Morawa
KMMB Sumut Siapkan Aksi Besar Jilid II, Soroti Dugaan Pencemaran Lingkungan dan Alih Fungsi Lahan HGU Kebun Adolina
SOLIDARITAS UNTUK AKSI DAN RAKYAT SUMATERA UTARA (SUARA SUMUT) DESAK KEJATI SUMUT BUKA HASIL PEMERIKSAAN PROYEK WARALABA KECAMBAH SAWIT PPKS MEDAN.
DUGAAN KETIDAKSESUAIAN KONTRAK SOLAR NON-SUBSIDI DI PEMBIBITAN KEBUN SEI SILAU, MASYARAKAT DESAK SPI DAN APH TURUN TANGAN!
Peduli Kesehatan Masyarakat, Satgas GM FKPPI Sumut Serukan Pencegahan Dampak Kabut Asap
KMMB SUMUT PERTANYAKAN INTEGRITAS KASAT NARKOBA POLRES LANGKAT AKP RUSPIAN, PAPAN BUNGA BLACK OWL, THE CUBE, CAPITAL GROUP, DAN JOKO CAPITAL JADI SOROTAN

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:19 WIB

Kabut Asap Masuk Medan, IMM Bagikan Ribuan Masker dan Soroti Lambannya Penanganan Karhutla

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:09 WIB

SUARA SUMUT Konsolidasi Aksi Besar, Siapkan Enam Tuntutan untuk PPKS Medan dan Kejati Sumut

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Ketua Satgas GM FKPPI Sumut Tegaskan Organisasi Tidak Terlibat Kericuhan di Tanjung Morawa

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:56 WIB

KMMB Sumut Siapkan Aksi Besar Jilid II, Soroti Dugaan Pencemaran Lingkungan dan Alih Fungsi Lahan HGU Kebun Adolina

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:40 WIB

SOLIDARITAS UNTUK AKSI DAN RAKYAT SUMATERA UTARA (SUARA SUMUT) DESAK KEJATI SUMUT BUKA HASIL PEMERIKSAAN PROYEK WARALABA KECAMBAH SAWIT PPKS MEDAN.

Berita Terbaru