Trump Marah 2 Tentara AS Dihabisi ISIS di Suriah, Berjanji Akan Balas Dendam

- Penulis

Senin, 15 Desember 2025 - 01:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WASHINGTON – Presiden Donald Trump marah dan berjanji akan membalas dendam terhadap kelompok Islamic State atau ISIS setelah seorang pria bersenjata dari kelompok itu menembak mati tiga warga Amerika Serikat (AS), yakni dua tentara dan seorang penerjemah sipil. Serangan yang juga melukai tiga tentara AS lainnya itu terjadi hari Sabtu. Baca Juga : Tanpa Ampun, Serangan Jet Tempur Thailand Hancurkan Hotel dan Kasino Kamboja “Kami berduka atas kehilangan tiga patriot Amerika yang hebat di Suriah, dua tentara, dan satu penerjemah Sipil. Demikian pula, kami berdoa untuk tiga tentara yang terluka yang, baru saja dikonfirmasi, dalam keadaan baik,” tulis Trump di Truth Social. “Ini adalah serangan ISIS terhadap AS dan Suriah, di bagian Suriah yang sangat berbahaya, yang tidak sepenuhnya dikuasai oleh mereka. Presiden Suriah, Ahmed al-Sharaa, sangat marah dan terganggu oleh serangan ini. Akan ada pembalasan yang sangat serius. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini!” lanjut Trump, seperti dikutip Newsweek, Minggu (14/12/2025)

Baca Juga :  Eks PM Malaysia Najib Razak Divonis Total 165 Tahun Penjara Kasus Skandal 1MDB

Menteri Perang AS Pete Hegseth sebelumnya mengkonfirmasi serangan tersebut serta kematian para anggota militer dan pelaku penembakan yang tewas oleh “pasukan mitra”. Hegseth dalam unggahannya di X menekankan, “Jika Anda menargetkan orang Amerika—di mana pun di dunia—Anda akan menghabiskan sisa hidup Anda yang singkat dan penuh kecemasan dengan mengetahui bahwa Amerika Serikat akan memburu Anda, menemukan Anda, dan membunuh Anda tanpa ampun.” Tiga anggota militer lainnya yang terluka dibawa dengan helikopter ke garnisun al-Tanf di dekat perbatasan dengan Irak dan Yordania untuk menerima perawatan.

Komando Pusat (CENTCOM) AS dalam sebuah unggahan di X, menyatakan: “Pada 13 Desember, dua anggota militer AS dan satu warga sipil AS tewas, dan tiga anggota militer terluka, akibat penyergapan oleh seorang penembak ISIS di Suriah. Penembak itu terlibat baku tembak dan tewas. Sebagai bentuk penghormatan kepada keluarga dan sesuai dengan kebijakan Departemen Perang, identitas para anggota militer akan dirahasiakan hingga 24 jam setelah keluarga terdekat mereka diberitahu.” Tumbangnya rezim Presiden Bashar al-Assad pada akhir tahun lalu menciptakan peluang bagi AS dan Suriah untuk memulai lagi hubungan diplomatik, karena kepemimpinan baru di negara itu berupaya menjalin hubungan yang lebih dekat dengan Pentagon untuk membangun kerja sama keamanan yang lebih kuat. Pemerintah sementara Suriah di bawah Ahmed al-Sharaa dan pasukan militernya telah berkomitmen untuk membantu AS memerangi keberadaan ISIS. Ratusan pasukan AS dikerahkan di Suriah timur sebagai bagian dari koalisi untuk memerangi organisasi teroris tersebut dan mendapati diri mereka berada di tengah-tengah perubahan yang kompleks di negara yang rentan. Pada tahun 2019, ISIS dikalahkan di medan perang di Suriah, tetapi sel-sel tidur kelompok tersebut masih melakukan serangan mematikan di negara itu. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan kelompok tersebut masih memiliki antara 5.000 dan 7.000 milisi di Suriah dan Irak.

Follow WhatsApp Channel www.beritaruang.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Peringatkan Iran soal Nuklir, Isyaratkan Aksi Militer
Eks PM Malaysia Najib Razak Divonis Total 165 Tahun Penjara Kasus Skandal 1MDB
Rusia Tegaskan Solidaritas untuk Venezuela di Tengah Tekanan Militer AS
Batal Tampil di Hammersonic, My Chemical Romance Gelar Konser Tunggal
Korut Kesal Jepang Mau Miliki Senjata Nuklir: Bisa Bawa Bencana bagi Manusia
Bentrok dengan Kamboja, Thailand berlakukan darurat militer-jam malam
Rusia Rusak 3 Kapal Milik Turki dalam Serangan di Pelabuhan Ukraina

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 17:47 WIB

Trump Peringatkan Iran soal Nuklir, Isyaratkan Aksi Militer

Senin, 29 Desember 2025 - 14:46 WIB

Eks PM Malaysia Najib Razak Divonis Total 165 Tahun Penjara Kasus Skandal 1MDB

Selasa, 23 Desember 2025 - 21:34 WIB

Rusia Tegaskan Solidaritas untuk Venezuela di Tengah Tekanan Militer AS

Minggu, 21 Desember 2025 - 17:36 WIB

Batal Tampil di Hammersonic, My Chemical Romance Gelar Konser Tunggal

Minggu, 21 Desember 2025 - 13:36 WIB

Korut Kesal Jepang Mau Miliki Senjata Nuklir: Bisa Bawa Bencana bagi Manusia

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Kontainer Bertumpuk, Bareskrim Sita Barang Bukti Dugaan Fraud PT DSI

Sabtu, 24 Jan 2026 - 16:47 WIB