KMMB-SU Desak Perbaikan Internal PTPN IV Regional 2: Copot Manajer Sawit Hulu Terkait Dugaan Pembiaran Pencurian Berondolan dan TBS

- Penulis

Minggu, 8 Februari 2026 - 16:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, 08 Februari 2026 – Koalisi Mahasiswa dan Masyarakat Bersatu Sumatera Utara (KMMB-SU) secara tegas mendesak manajemen PTPN IV Regional 2 untuk melakukan evaluasi total dan perbaikan internal menyeluruh. Desakan ini menyusul dugaan pembiaran praktik pencurian berondolan hingga tandan buah segar (TBS) yang terjadi secara masif di wilayah Unit Sawit Hulu.

KMMB-SU menuntut pencopotan Manajer Sawit Hulu berinisial JD, yang dinilai gagal menjalankan fungsi pengawasan serta menjaga aset negara di area konsesi perusahaan perkebunan milik BUMN tersebut

Darurat Pengawasan di Wilayah Sawit Hulu

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

KMMB-SU menilai kondisi pengawasan di wilayah Sawit Hulu sudah berada pada tahap darurat. Berdasarkan pantauan lapangan, pencurian berondolan dan TBS diduga berlangsung secara sistematis tanpa adanya langkah preventif maupun represif yang memadai dari manajemen setempat.

“Kami menemukan kejanggalan dalam sistem pengawasan. Berondolan sawit yang jatuh saat panen tidak dikutip dan diangkut oleh pemanen sebagaimana prosedur, melainkan dibiarkan berserakan. Kami menduga ada unsur kesengajaan karena kepentingan oknum internal yang bermain untuk keuntungan pribadi,” ujar Koordinator KMMB-SU, Sutoyo, S.H, dalam keterangannya.

Baca Juga :  Aktivis Sumut Desak Pelaku Penganiayaan Segera Ditangkap

Ia menambahkan, berondolan dan TBS tersebut diduga kemudian dikumpulkan oleh pihak-pihak tertentu yang memiliki kedekatan dengan oknum manajemen. Hal ini diperkuat dengan meningkatnya jumlah pengusaha penerima berondolan dan TBS dalam data tabulasi harian.

“Bahkan, berdasarkan informasi yang kami peroleh, beberapa Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PTPN IV di wilayah Distrik Rayon Utara jarang beroperasi akibat menurunnya angka produksi. Ini patut diduga kuat berkaitan dengan kebocoran hasil panen di kebun,” tegasnya.

Menurut KMMB-SU, kondisi tersebut mencerminkan kelalaian serius, bahkan mengarah pada dugaan pembiaran oleh pimpinan unit.
“Jika manajernya tidak sanggup menjaga aset negara, maka tidak ada pilihan lain selain dicopot dan diganti dengan sosok yang berintegritas dan berkompeten,” lanjut Sutoyo.

Poin Tuntutan KMMB-SU

Dalam pernyataan sikapnya, KMMB-SU menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain:

  1. Mendesak Direksi PTPN IV Regional 2 untuk segera mengaudit kinerja Manajer Unit Sawit Hulu yang dinilai gagal mengamankan aset perusahaan.
  2. Meminta manajemen membuka secara transparan data kerugian akibat missing link produksi di wilayah Sawit Hulu.
  3. Menuntut pencopotan Manajer Sawit Hulu berinisial JD apabila terbukti melakukan kelalaian atau terlibat dalam ekosistem pencurian berondolan dan TBS.
  4. Mendorong transformasi sistem pengamanan perkebunan agar tidak bersifat seremonial, melainkan nyata dan efektif di lapangan.
  5. Mendesak PTPN IV memperketat pengamanan serta menutup celah bagi pelaku usaha penerima TBS yang diduga bersumber dari kebun PTPN IV secara ilegal.
Baca Juga :  BPJS Kesehatan Putus Kerja Sama dengan RS Wampu Norita, KMMB: Jangan Korbankan Masyarakat!

Integritas BUMN Dipertaruhkan

KMMB-SU menegaskan bahwa PTPN IV sebagai bagian dari BUMN memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk menjaga aset negara. Pembiaran terhadap praktik pencurian, menurut mereka, bukan sekadar persoalan operasional, melainkan ancaman serius terhadap integritas perusahaan.

“Langkah bersih-bersih internal harus dimulai sekarang. Jangan sampai oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab merusak citra PTPN IV Regional 2 di mata publik. Kami akan terus mengawal kasus ini hingga ada tindakan nyata dari manajemen pusat,” tutup pernyataan KMMB-SU.

 

Follow WhatsApp Channel www.beritaruang.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KETUA KMMB ACEH-SUMATERA SUTOYO. SH DESAK APARAT BONGKAR DUGAAN DISTRIBUSI MINYAK MENTAH ILEGAL DARI ACEH TIMUR KE SUMATERA UTARA
Kabut Asap Masuk Medan, IMM Bagikan Ribuan Masker dan Soroti Lambannya Penanganan Karhutla
SUARA SUMUT Konsolidasi Aksi Besar, Siapkan Enam Tuntutan untuk PPKS Medan dan Kejati Sumut
Ketua Satgas GM FKPPI Sumut Tegaskan Organisasi Tidak Terlibat Kericuhan di Tanjung Morawa
KMMB Sumut Siapkan Aksi Besar Jilid II, Soroti Dugaan Pencemaran Lingkungan dan Alih Fungsi Lahan HGU Kebun Adolina
SOLIDARITAS UNTUK AKSI DAN RAKYAT SUMATERA UTARA (SUARA SUMUT) DESAK KEJATI SUMUT BUKA HASIL PEMERIKSAAN PROYEK WARALABA KECAMBAH SAWIT PPKS MEDAN.
DUGAAN KETIDAKSESUAIAN KONTRAK SOLAR NON-SUBSIDI DI PEMBIBITAN KEBUN SEI SILAU, MASYARAKAT DESAK SPI DAN APH TURUN TANGAN!
Peduli Kesehatan Masyarakat, Satgas GM FKPPI Sumut Serukan Pencegahan Dampak Kabut Asap

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:14 WIB

KETUA KMMB ACEH-SUMATERA SUTOYO. SH DESAK APARAT BONGKAR DUGAAN DISTRIBUSI MINYAK MENTAH ILEGAL DARI ACEH TIMUR KE SUMATERA UTARA

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:19 WIB

Kabut Asap Masuk Medan, IMM Bagikan Ribuan Masker dan Soroti Lambannya Penanganan Karhutla

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:09 WIB

SUARA SUMUT Konsolidasi Aksi Besar, Siapkan Enam Tuntutan untuk PPKS Medan dan Kejati Sumut

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:56 WIB

KMMB Sumut Siapkan Aksi Besar Jilid II, Soroti Dugaan Pencemaran Lingkungan dan Alih Fungsi Lahan HGU Kebun Adolina

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:40 WIB

SOLIDARITAS UNTUK AKSI DAN RAKYAT SUMATERA UTARA (SUARA SUMUT) DESAK KEJATI SUMUT BUKA HASIL PEMERIKSAAN PROYEK WARALABA KECAMBAH SAWIT PPKS MEDAN.

Berita Terbaru