Medan |BeritaRuang— Koalisi Mahasiswa dan Masyarakat Bersatu Sumatera Utara (KMMB SUMUT) menyerukan aksi unjuk rasa dan mendesak Kapolda Sumatera Utara untuk segera melakukan penyelidikan menyeluruh terkait dugaan aktivitas perjudian serta dugaan adanya aliran dana koordinasi atau “uang pelicin” di wilayah Patumbak, Marindal, Tanjung Morawa, dan Mangkubumi.
Ketua KMMB SUMUT, Sutoyo, SH, mengatakan pihaknya meminta aparat penegak hukum tidak hanya melakukan penindakan terhadap aktivitas perjudian di lapangan, tetapi juga menelusuri dugaan aliran dana yang diduga berkaitan dengan keberlangsungan aktivitas tersebut.
“Kami mendesak Kapolda Sumut segera membentuk tim untuk menelusuri dugaan aliran dana terkait perjudian. Jangan hanya pelaku di lapangan yang diperiksa, tetapi siapa pun yang diduga menerima, menyalurkan, atau mengoordinasikan dana harus diperiksa berdasarkan bukti dan mekanisme hukum,” ujar Sutoyo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
SOROTAN TERHADAP SEJUMLAH INISIAL
Dalam aksi dan tuntutannya, KMMB SUMUT menyoroti sejumlah inisial yang diduga memiliki peran dalam aktivitas perjudian tersebut, yakni HDK, yang disebut diduga sebagai bos atau pemilik jaringan perjudian; AS, yang disebut diduga sebagai koordinator lapangan; serta ET, yang disebut diduga berperan dalam pengkondisian media.
KMMB SUMUT menegaskan bahwa penyebutan inisial tersebut merupakan bagian dari dugaan yang harus diverifikasi melalui proses penyelidikan dan pemeriksaan aparat penegak hukum, bukan penetapan kesalahan seseorang
MINTA BUKTI TRANSFER DAN PERCAKAPAN DITELUSURI
Menurut Sutoyo, dugaan tersebut perlu diuji dengan pemeriksaan terhadap bukti-bukti yang ada, termasuk bukti transfer dan percakapan yang diduga berkaitan dengan koordinasi aktivitas perjudian serta aliran dana.
“Kalau memang ada bukti transfer dan percakapan, kami meminta penyidik menelusurinya secara profesional. Dari mana uang berasal, kepada siapa mengalir, untuk kepentingan apa, dan apakah ada keterkaitan dengan aktivitas perjudian, semuanya harus dibuka berdasarkan hasil penyelidikan,” tegasnya
DESAK PERIKSA JAJARAN POLSEK PATUMBAK
KMMB SUMUT juga mendesak agar jajaran Polsek Patumbak, khususnya Kapolsek dan Kanit Reskrim, turut diperiksa apabila dalam proses penyelidikan ditemukan bukti atau indikasi yang menunjukkan adanya keterkaitan dengan dugaan penerimaan aliran dana.
KMMB SUMUT menekankan bahwa pemeriksaan tersebut harus dilakukan secara objektif, transparan, dan berdasarkan bukti, sehingga tidak menimbulkan prasangka maupun tuduhan tanpa dasar.
Kami tidak ingin ada tuduhan yang berhenti sebagai isu. Justru karena itu kami meminta aparat membuktikan semuanya. Jika tidak terbukti, sampaikan secara terang. Namun apabila ditemukan bukti yang cukup, siapa pun yang terlibat harus diproses sesuai hukum,” kata Sutoyo.
KMMB SUMUT: JANGAN ADA TEBANG PILIH
KMMB SUMUT meminta Kapolda Sumut memberikan perhatian serius terhadap dugaan perjudian di sejumlah wilayah tersebut. Menurut mereka, pemberantasan perjudian harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk mengungkap pihak yang diduga berada di balik aktivitas tersebut serta kemungkinan adanya jaringan pendukungnya.
KMMB SUMUT juga menyerukan agar masyarakat yang memiliki informasi atau bukti relevan dapat menyampaikannya kepada aparat penegak hukum melalui mekanisme yang sah.
LIMA TUNTUTAN KMMB SUMUT
Dalam aksi yang akan dilaksanakan tersebut, KMMB SUMUT menyampaikan sejumlah tuntutan:
1.Mendesak Kapolda Sumut segera menelusuri dugaan aliran dana yang berkaitan dengan aktivitas perjudian.
2. Memeriksa dan memverifikasi bukti transfer serta percakapan yang diduga berkaitan dengan koordinasi perjudian dan aliran dana.
3.Memeriksa jajaran Polsek Patumbak, khususnya Kapolsek dan Kanit Reskrim, apabila ditemukan indikasi berdasarkan bukti yang sah.
4. Mengusut seluruh pihak yang terbukti terlibat, baik sebagai pelaku, penerima, penyalur maupun pihak yang membantu keberlangsungan aktivitas perjudian.
5. Menegakkan hukum tanpa tebang pilih dan mengambil tindakan sesuai ketentuan apabila ditemukan bukti permulaan yang cukup.
Sutoyo, SH menegaskan KMMB SUMUT akan terus mengawal persoalan tersebut dan mendorong aparat kepolisian bekerja secara profesional serta transparan.
“Jangan biarkan perjudian berkembang di balik dugaan permainan oknum. Buka terang aliran dananya, periksa berdasarkan bukti, dan usut tuntas apabila memang ditemukan pelanggaran hukum,” pungkasnya.












