Pupuk Indonesia Diversifikasi Bahan Baku Demi Jaga Pasokan Nasional

- Penulis

Senin, 16 Maret 2026 - 21:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,(BeritaRuang) – PT Pupuk Indonesia (Persero) melakukan diversifikasi sumber bahan baku strategis guna menjaga stabilitas produksi dan pasokan pupuk nasional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia, Yehezkiel Adiperwira, mengatakan perusahaan memastikan konflik global tidak berdampak signifikan terhadap ketersediaan pupuk bagi petani di dalam negeri. Hal ini didukung oleh kapasitas produksi yang kuat serta pengelolaan rantai pasok yang terdiversifikasi.

“Pupuk Indonesia berkomitmen menjalankan mandat pemerintah untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pupuk bagi petani. Di tengah dinamika geopolitik yang terjadi, kami memastikan pasokan pupuk nasional tetap aman sehingga petani dapat terus menanam tanpa perlu khawatir terhadap ketersediaan pupuk,” kata Yehezkiel dalam keterangan di Jakarta, Senin.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan kapasitas produksi Pupuk Indonesia Grup saat ini mencapai 14,8 juta ton per tahun untuk berbagai jenis pupuk. Khusus pupuk urea, kapasitas produksi perusahaan bahkan mampu memenuhi seluruh kebutuhan domestik.

Produksi urea nasional dinilai relatif mandiri karena bahan baku utamanya berupa gas bumi dapat dipenuhi dari pasokan domestik yang harga serta distribusinya diatur oleh pemerintah.

Baca Juga :  IHSG Rontok, Dirut BEI Iman Rachman Mundur, Pemerintah Umumkan Langkah Pemulihan

Dengan kondisi tersebut, eskalasi konflik di Selat Hormuz, yang merupakan jalur distribusi penting urea global, dinilai tidak berdampak langsung terhadap pasokan urea nasional.

“Pupuk Indonesia merupakan produsen urea terbesar di kawasan Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika Utara. Dengan kapasitas produksi yang kuat tersebut, kami memiliki kemampuan untuk menjaga pasokan pupuk tetap optimal bagi petani Indonesia,” ujarnya.

Untuk memperkuat ketahanan rantai pasok, Pupuk Indonesia juga melakukan diversifikasi sumber impor bahan baku strategis, khususnya fosfat (P) dan kalium (K) yang menjadi komponen utama dalam produksi pupuk NPK dan tidak tersedia secara alami di Indonesia.

Pasokan fosfat saat ini diperoleh dari sejumlah negara di Afrika Utara seperti Maroko, Tunisia, dan Aljazair. Sementara pasokan kalium didatangkan dari Kanada dan Laos, yang berada di luar kawasan konflik Timur Tengah sehingga risiko gangguan pasokan dapat diminimalkan.

Selain itu, bahan baku sulfur (S) yang sebagian berasal dari negara Timur Tengah seperti Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait juga telah diantisipasi melalui alternatif pasokan dari negara lain seperti Kanada dan Kazakhstan. Sebagian kebutuhan asam sulfat juga dapat dipenuhi dari sumber domestik.

Baca Juga :  Roti O Sampaikan Penjelasan Terkait Kebijakan Pembayaran Nontunai

Perusahaan juga memperkuat manajemen stok bahan baku dengan menjaga ketersediaan fosfat, kalium, sulfur, serta asam sulfat pada tingkat yang memadai untuk mendukung proses produksi. Langkah ini sekaligus menjadi mitigasi terhadap potensi kenaikan biaya logistik akibat meningkatnya harga minyak dunia.

Di sisi operasional, Pupuk Indonesia turut menjalankan program revitalisasi industri yang didukung Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025, termasuk pembangunan pabrik baru serta peremajaan tujuh pabrik dalam lima tahun ke depan guna meningkatkan efisiensi energi dan penggunaan bahan baku.

Dengan dukungan kapasitas produksi, diversifikasi bahan baku, serta penguatan manajemen stok, perusahaan optimistis stabilitas pasokan pupuk nasional dapat terus terjaga.

“Fokus utama kami tetap memastikan kebutuhan pupuk dalam negeri terpenuhi dengan optimal,” kata Yehezkiel.

 

Follow WhatsApp Channel www.beritaruang.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Danantara Bentuk BUMN Baru Denera, Fokus Proyek Waste to Energy
Harga Emas UBS Rp3,105 Juta/Gram dan Galeri24 Rp3,091 Juta/Gram pada Minggu Pagi
IHSG Rontok, Dirut BEI Iman Rachman Mundur, Pemerintah Umumkan Langkah Pemulihan
Roti O Sampaikan Penjelasan Terkait Kebijakan Pembayaran Nontunai
Jejak Kenaikan Upah Minimum Provinsi Sumatera Utara Tahun 2015-2025
Jamin tak Ada PHK, Danantara Siap Suntik Mati dan Gabungkan Ratusan BUMN

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 20:30 WIB

Danantara Bentuk BUMN Baru Denera, Fokus Proyek Waste to Energy

Senin, 16 Maret 2026 - 21:55 WIB

Pupuk Indonesia Diversifikasi Bahan Baku Demi Jaga Pasokan Nasional

Minggu, 8 Maret 2026 - 14:02 WIB

Harga Emas UBS Rp3,105 Juta/Gram dan Galeri24 Rp3,091 Juta/Gram pada Minggu Pagi

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:15 WIB

IHSG Rontok, Dirut BEI Iman Rachman Mundur, Pemerintah Umumkan Langkah Pemulihan

Senin, 22 Desember 2025 - 10:20 WIB

Roti O Sampaikan Penjelasan Terkait Kebijakan Pembayaran Nontunai

Berita Terbaru