Yogyakarta | BeritaRuang – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Daerah Sumatera Utara menyatakan dukungan terhadap komitmen Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, dalam menjadikan pemberantasan narkoba sebagai salah satu agenda prioritas yang mendapat perhatian di tingkat nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian Pra Temu Nasional BEM Nusantara ke-15 yang digelar di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Kamis (30/7/2026).
BEM Nusantara Sumatera Utara menilai persoalan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Sumatera Utara merupakan tantangan serius yang memerlukan kolaborasi lintas sektor. Menurut organisasi mahasiswa tersebut, upaya pemberantasan narkoba tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah atau aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
BEM Nusantara Sumatera Utara juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang sebelumnya telah memperkuat sinergi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika.
Dalam agenda nasional tersebut, BEM Nusantara Sumatera Utara mendorong agar persoalan narkoba di Sumatera Utara menjadi perhatian bersama di tingkat nasional. Mereka berharap lahir langkah-langkah konkret melalui penguatan program pencegahan, edukasi, rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba, serta penegakan hukum yang tegas terhadap jaringan peredaran narkotika.
Selain itu, BEM Nusantara Sumatera Utara mengajak seluruh elemen mahasiswa di Indonesia untuk bersama-sama mengawal gerakan pemberantasan narkoba sebagai bagian dari upaya menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkotika.
Koordinator Daerah BEM Nusantara Sumatera Utara, Yogi Mahendra, menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung setiap kebijakan yang berpihak pada keselamatan generasi muda.
“Kami mendukung setiap langkah yang berpihak pada penyelamatan generasi muda dari ancaman narkoba. Persoalan ini tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja, tetapi membutuhkan kerja sama seluruh elemen bangsa agar Sumatera Utara dan Indonesia terbebas dari bahaya narkotika,” ujar Yogi Mahendra.
Menutup pernyataannya, BEM Nusantara Sumatera Utara menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra yang kritis sekaligus konstruktif dalam mengawal berbagai kebijakan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat serta masa depan generasi muda Indonesia.











