Binjai |BeritaRuang— Aliansi Mahasiswa Peduli Keadilan (AMPK) Sumatera Utara menyatakan sikap tegas sekaligus melayangkan ultimatum terbuka kepada aparat penegak hukum, khususnya Kapolres Binjai, Kasat Narkoba, dan Kasat Reskrim Polres Binjai, terkait dugaan maraknya peredaran narkotika serta praktik perjudian yang diduga berlangsung secara terang-terangan di wilayah hukum Binjai Timur.
Ketua AMPK, Tomy Syahputra, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil observasi lapangan, pengumpulan informasi dari masyarakat, serta penelusuran langsung oleh tim mahasiswa, ditemukan indikasi kuat adanya aktivitas peredaran narkoba yang telah berlangsung cukup lama dan diduga berjalan secara sistematis melalui sejumlah barak di wilayah Kecamatan Binjai Timur.
“Beberapa lokasi yang menjadi sorotan serius di antaranya berada di Jalan Turi, Sei Mencirim, Sunggal, Tunggurono, serta di Jalan Bangau kawasan Sawit-Sawit, Mencirim. Di dua kawasan ini, kami menemukan dugaan keberadaan barak-barak narkoba yang masing-masing mencapai sekitar lima titik dalam satu area. Totalnya diperkirakan ada sedikitnya sepuluh barak yang diduga menjadi pusat aktivitas ilegal,” ungkap Tomy.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tidak hanya peredaran narkotika, lanjutnya, lokasi tersebut juga diduga menjadi tempat berlangsungnya berbagai aktivitas perjudian, mulai dari judi elektronik, judi ikan, hingga bentuk perjudian lainnya. Aktivitas ini diduga melibatkan perputaran ekonomi ilegal dalam skala besar yang disebut-sebut dikendalikan oleh seorang berinisial UG.
Tomy menilai, keberadaan aktivitas ilegal yang diduga telah berlangsung lama ini menimbulkan pertanyaan serius di tengah masyarakat, terutama terkait lemahnya penindakan dari aparat berwenang.
“Kami menegaskan bahwa narkoba adalah musuh bersama bangsa. Ketika barak-barak narkoba diduga berdiri secara permanen dan aktivitasnya diketahui luas oleh masyarakat, maka negara tidak boleh terlihat absen,” tegasnya.
Ultimatum AMPK kepada Polres Binjai:
- Mendesak Kapolres Binjai segera melakukan penggerebekan menyeluruh terhadap seluruh barak yang diduga menjadi lokasi peredaran narkoba.
- Mendesak Kasat Narkoba Polres Binjai untuk segera menangkap pemilik dan pengelola barak yang diduga telah lama beroperasi dan dikendalikan oleh inisial UG.
- Mengusut aktor utama serta jaringan yang berada di balik operasional barak tersebut tanpa tebang pilih.
- Menutup secara permanen seluruh lokasi yang terbukti menjadi pusat aktivitas narkoba dan perjudian.
- Menyampaikan perkembangan penanganan kasus secara transparan kepada publik.
AMPK menegaskan komitmennya untuk terus mengawal persoalan ini dan tidak menutup kemungkinan akan menggelar aksi massa sebagai bentuk kontrol sosial terhadap penegakan hukum.
“Kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum sedang dipertaruhkan. Ketegasan hari ini akan menentukan apakah hukum benar-benar hadir untuk rakyat atau justru kalah oleh praktik kejahatan terorganisir,” tutup Tomy.











