BINJAI | BeritaRuang – Aliansi Mahasiswa Nasional Anti Tirani atau AMANAT Sumut melontarkan kritik tajam terhadap kinerja jajaran Polres Binjai terkait maraknya praktik judi sabung ayam di wilayah hukumnya. Meski keluhan masyarakat terus bermunculan, hingga kini dinilai belum ada tindakan nyata dan tegas untuk memberantas lokasi-lokasi perjudian tersebut.
Salah satu titik yang menjadi sorotan berada di kawasan Tandam Hilir Satu, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, dengan titik koordinat PGHF+M82. Meski secara administratif berada di wilayah Deli Serdang, lokasi tersebut disebut masuk dalam wilayah hukum Polres Binjai. Aktivitas perjudian sabung ayam di lokasi itu dikabarkan berlangsung secara terbuka tanpa tersentuh aparat penegak hukum
Ketua AMANAT Sumut, Muhammad Nur Adlin, menegaskan bahwa kondisi tersebut memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Menurutnya, aktivitas ilegal yang melibatkan kerumunan massa seharusnya mudah terdeteksi apabila fungsi pengawasan dan intelijen kepolisian berjalan optimal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ketiadaan tindakan tegas terhadap lokasi-lokasi sabung ayam ini menunjukkan adanya kejanggalan dalam penegakan hukum di Binjai. Kami menduga jangan-jangan tempat-tempat ini memang sengaja dipelihara karena diduga menjadi sumber pemasukan bagi oknum aparat,” tegasnya dalam keterangan tertulis.
AMANAT Sumut menilai, apabila Kapolres Binjai benar-benar berkomitmen menjalankan instruksi Kapolri dalam memberantas segala bentuk perjudian, maka tidak seharusnya ada ruang bagi praktik judi untuk terus beroperasi, terlebih di lokasi yang telah diketahui publik.
Selain itu, pihaknya juga mendesak Polda Sumatera Utara agar segera melakukan evaluasi terhadap kinerja Kapolres Binjai. Menurut mereka, pembiaran terhadap praktik perjudian dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
“Kami meminta Kapolda Sumatera Utara segera mengevaluasi Kapolres Binjai. Jika perjudian dibiarkan tumbuh subur, maka kredibilitas institusi Polri di mata masyarakat bisa hancur,” tambahnya.
Sebagai bentuk keseriusan, AMANAT Sumut menyatakan akan mengonsolidasikan massa untuk menggelar aksi demonstrasi di depan Mapolres Binjai dan Mapolda Sumut apabila dalam waktu dekat tidak ada tindakan tegas berupa penggerebekan dan penutupan permanen terhadap seluruh lapak judi sabung ayam tersebut.
“Kami tidak akan tinggal diam. Jika Kapolres Binjai tidak mampu melakukan tindakan nyata, kami akan turun ke jalan untuk menyuarakan mosi tidak percaya dan meminta Kapolda segera mencopot pejabat yang dinilai gagal memberantas penyakit masyarakat ini,” pungkasnya.











