WAMPU, 22 April 2026 – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama ( MWC-NU ) Wampu secara resmi menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus mempertanyakan kontribusi nyata berupa Corporate Social Responsibility (CSR) dari sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Wampu.
Hal ini dipicu oleh kontradiksi yang mencolok meskipun Wampu menjadi rumah bagi banyak perusahaan besar, kondisi infrastruktur jalan di wilayah tersebut justru mengalami kerusakan parah yang mengganggu mobilitas dan ekonomi warga.
Pihak MWC Wampu menyoroti bahwa aktivitas industri yang tinggi seharusnya berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat sekitar, minimal dalam bentuk pemeliharaan infrastruktur jalan yang setiap hari dilalui oleh kendaraan bertonase berat milik perusahaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kami melihat adanya ketimpangan yang nyata. Di satu sisi, perusahaan terus mengeruk keuntungan dari bumi Wampu, namun di sisi lain, akses jalan utama kami hancur lebur. Kami mempertanyakan, ke mana perginya dana CSR yang seharusnya dialokasikan untuk kepentingan publik?” ujar Ketua MWC Wampu, Ustadz Heru Ramadhani, S.pd
Dalam kesempatan ini MWC NU Kecamatan Wampu juga menyampaikan beberapa poin tuntutan, diantaranya :
- Meminta seluruh perusahaan di Kecamatan Wampu untuk memaparkan laporan penggunaan dana CSR secara transparan kepada masyarakat.
- Perusahaan diharapkan tidak hanya menjadi pengguna jalan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam perbaikan akses yang rusak akibat aktivitas transportasi logistik mereka.
- Mendorong pemerintah daerah maupun pemerintah kecamatan untuk mengevaluasi kembali izin operasional perusahaan yang abai terhadap kondisi sosial-ekonomi lingkungan sekitarnya.
Dampak bagi Masyarakat
Kerusakan jalan di Kecamatan Wampu kini telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan. diketahui bahwa insfratruktur jalan merupakan denyut nadi kehidupan masyarakat Wampu oleh karenanya jalan harus menjadi perhatian prioritas bagi seluruh perusahaan yang selama ini memakai insfratruktur itu
MWC Wampu menegaskan bahwa stetmen ini merupakan bentuk peringatan awal. Jika tidak ada respons konkret dari pihak perusahaan maupun pemerintah terkait, masyarakat Wampu tidak menutup kemungkinan akan melakukan aksi yang lebih masif untuk menuntut hak mereka atas infrastruktur yang layak.











