Bogota, BeritaRuang — Pemerintah Rusia menyatakan dukungan penuh kepada Venezuela di tengah meningkatnya ketegangan regional menyusul pengerahan kekuatan laut Amerika Serikat di perairan sekitar negara tersebut. Caracas menilai langkah Washington itu sebagai bentuk blokade maritim yang melanggar hukum internasional.
Dukungan Moskow disampaikan dalam percakapan telepon antara Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada Senin (23/12). Dalam pembicaraan tersebut, kedua pihak menyoroti situasi di kawasan Karibia yang dinilai semakin memanas akibat kehadiran militer Amerika Serikat.
Melalui pernyataan yang dibagikan di kanal Telegram resminya, Yvan Gil menyebut Rusia menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan diplomatik kepada Venezuela, termasuk melalui forum Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Menlu Lavrov menyampaikan solidaritas Rusia kepada rakyat Venezuela dan Presiden Nicolas Maduro, serta menegaskan dukungan penuh dalam menghadapi tindakan bermusuhan yang ditujukan kepada negara kami,” ujar Gil
Rusia juga memperingatkan bahwa pengerahan armada laut AS di wilayah tersebut berpotensi mengganggu stabilitas kawasan dan dapat berdampak pada keselamatan jalur pelayaran internasional.
Pernyataan Moskow muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pengerahan armada laut besar di kawasan Amerika Selatan. Pemerintah AS menyebut operasi tersebut sebagai bagian dari upaya pemberantasan perdagangan narkotika lintas negara.
Pernyataan Moskow muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pengerahan armada laut besar di kawasan Amerika Selatan. Pemerintah AS menyebut operasi tersebut sebagai bagian dari upaya pemberantasan perdagangan narkotika lintas negara.
Namun, dalam pelaksanaannya, Venezuela melaporkan bahwa dua kapal tanker minyak telah disita, sementara satu kapal lainnya disebut tengah menjadi target upaya pencegatan oleh militer AS.
Sebelumnya, pada Sabtu (21/12), pemerintah Venezuela juga mengungkapkan bahwa Iran menyatakan kesiapan membantu Caracas menghadapi situasi tersebut. Kementerian Luar Negeri Iran menyerukan kepada komunitas internasional untuk menentang apa yang mereka nilai sebagai tindakan sepihak dan ilegal
Sementara itu, Presiden Trump menegaskan bahwa langkah blokade akan terus dilakukan hingga Venezuela mengembalikan aset yang menurut Washington berasal dari Amerika Serikat. Di sisi lain, pemerintah Venezuela menyebut penyitaan kapal-kapal tersebut sebagai bentuk “pembajakan yang disponsori negara” dan meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengambil sikap demi menjaga keamanan pelayaran global.








