Trump Peringatkan Iran soal Nuklir, Isyaratkan Aksi Militer

- Penulis

Kamis, 22 Januari 2026 - 17:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Washington — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memperingatkan Iran agar tidak melanjutkan program nuklirnya. Ia menegaskan bahwa setiap pelanggaran terhadap larangan tersebut dapat memicu tindakan militer dari Washington.

Dalam wawancara dengan CNBC di sela Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Rabu, Trump mengatakan pemerintah AS akan memastikan posisi Teheran terkait aktivitas nuklirnya. Menurutnya, Amerika Serikat tidak akan menoleransi upaya apa pun untuk mengembangkan senjata nuklir.

“Itu tempat yang keras. Itu tempat yang kami serang sangat keras pada Juni lalu. Kami mengakhiri program nuklir,” ujar Trump. Ia menyebut serangan tersebut dilakukan menggunakan pesawat pengebom siluman B-2.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Trump menambahkan, Iran seharusnya sudah memiliki senjata nuklir jika serangan itu tidak dilakukan.
“Mereka akan punya senjata nuklir sejak lama, bahkan mungkin sebulan setelah kami menyerang, seandainya kami tidak menghantam mereka. Dan kami menghantam mereka dengan keras, dengan B-2,” katanya.

Baca Juga :  Eks PM Malaysia Najib Razak Divonis Total 165 Tahun Penjara Kasus Skandal 1MDB

Lebih lanjut, Trump menyatakan pemerintah AS kini akan memantau langkah Iran berikutnya.
“Kami akan mencari tahu di mana posisi mereka sekarang dan apa yang akan mereka lakukan soal nuklir. Mereka tidak boleh melakukan nuklir. Satu hal yang selalu saya tekankan, mereka tidak boleh melakukan nuklir,” ujarnya.

Trump juga mengklaim bahwa Iran menghentikan rencana mengeksekusi para pengunjuk rasa setelah ia mengeluarkan peringatan militer pekan lalu.
“Mereka akan menggantung 837 orang pada Kamis. Saya bilang kepada mereka, ‘Kalian tidak bisa melakukan itu,’” kata Trump

Baca Juga :  Korut Kesal Jepang Mau Miliki Senjata Nuklir: Bisa Bawa Bencana bagi Manusia

Gelombang protes di Iran sendiri meletus sejak 28 Desember di tengah memburuknya kondisi ekonomi, terutama akibat anjloknya nilai mata uang nasional dan lonjakan inflasi. Demonstrasi meluas ke berbagai kota dan memicu bentrokan dengan aparat keamanan.

Para pejabat Iran menuduh Amerika Serikat dan Israel mendukung apa yang mereka sebut sebagai “perusuh bersenjata” yang melakukan sejumlah serangan di tempat umum. Tuduhan tersebut dibantah oleh Washington.

Meski demikian, Trump menyatakan harapannya agar tidak perlu ada tindakan militer lanjutan.
“Kami berharap tidak akan ada tindakan lebih lanjut,” katanya.

Follow WhatsApp Channel www.beritaruang.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perjalanan Vonis Seumur Hidup untuk Mantan Presiden Korsel
Eks PM Malaysia Najib Razak Divonis Total 165 Tahun Penjara Kasus Skandal 1MDB
Rusia Tegaskan Solidaritas untuk Venezuela di Tengah Tekanan Militer AS
Batal Tampil di Hammersonic, My Chemical Romance Gelar Konser Tunggal
Korut Kesal Jepang Mau Miliki Senjata Nuklir: Bisa Bawa Bencana bagi Manusia
Bentrok dengan Kamboja, Thailand berlakukan darurat militer-jam malam
Trump Marah 2 Tentara AS Dihabisi ISIS di Suriah, Berjanji Akan Balas Dendam
Rusia Rusak 3 Kapal Milik Turki dalam Serangan di Pelabuhan Ukraina

Berita Terkait

Minggu, 22 Februari 2026 - 11:11 WIB

Perjalanan Vonis Seumur Hidup untuk Mantan Presiden Korsel

Kamis, 22 Januari 2026 - 17:47 WIB

Trump Peringatkan Iran soal Nuklir, Isyaratkan Aksi Militer

Senin, 29 Desember 2025 - 14:46 WIB

Eks PM Malaysia Najib Razak Divonis Total 165 Tahun Penjara Kasus Skandal 1MDB

Selasa, 23 Desember 2025 - 21:34 WIB

Rusia Tegaskan Solidaritas untuk Venezuela di Tengah Tekanan Militer AS

Minggu, 21 Desember 2025 - 17:36 WIB

Batal Tampil di Hammersonic, My Chemical Romance Gelar Konser Tunggal

Berita Terbaru