Harga Minyak Terbang, Ketegangan AS–Iran Picu Kekhawatiran Pasokan Global

- Penulis

Kamis, 12 Februari 2026 - 08:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Harga minyak dunia melonjak lebih dari 1 persen pada perdagangan Rabu (11/2/2026) waktu setempat atau Kamis waktu Jakarta, dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang kembali membayangi stabilitas pasokan energi global.

Mengutip CNBC, harga minyak mentah Brent naik USD 1,13 atau 1,64 persen ke level USD 69,93 per barel pada pukul 1.38 PM ET. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat USD 1,15 atau 1,8 persen menjadi USD 65,11 per barel.

Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya tensi antara Amerika Serikat dan Iran, yang memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi gangguan distribusi minyak dari kawasan produsen utama dunia tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ketegangan yang berkelanjutan di Timur Tengah terus mendukung harga, meskipun sejauh ini belum ada gangguan pasokan,” ujar Analis UBS, Giovanni Staunovo.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa menyatakan tengah mempertimbangkan pengiriman kapal induk kedua ke Timur Tengah. Pernyataan tersebut muncul di saat Washington dan Teheran bersiap melanjutkan negosiasi guna mencegah konflik baru.

Baca Juga :  Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Perusak Hutan di Sumatra Usai Banjir Melanda Tiga Provinsi

Meski retorika politik masih terdengar agresif, analis PVM Oil Associates, Tamas Varga, menilai situasi belum menunjukkan tanda eskalasi nyata

“Untuk saat ini belum ada indikasi peningkatan konflik. Presiden AS tampaknya meyakini Iran pada akhirnya akan memilih jalur kesepakatan terkait program rudal nuklirnya,” tulis Varga dalam catatannya.

Selain faktor geopolitik, pelemahan tipis dolar AS turut menjadi katalis positif bagi harga minyak. Dolar yang lebih lemah membuat minyak mentah berdenominasi dolar menjadi lebih terjangkau bagi pembeli asing.

Dari sisi fundamental, penarikan minyak mentah dari pusat penyimpanan independen Amsterdam-Rotterdam-Antwerp (ARA) serta dari Fujairah mengindikasikan pasar yang relatif ketat. Kondisi ini turut menopang penguatan harga.

Di sisi lain, laporan bulanan OPEC menunjukkan organisasi tersebut masih mempertahankan proyeksi keseimbangan penawaran dan permintaan minyak global. Namun, OPEC memperkirakan permintaan terhadap minyak mentah dari kelompok produsen itu akan turun sekitar 400.000 barel per hari pada kuartal II dibanding kuartal I.

Baca Juga :  Bentrok dengan Kamboja, Thailand berlakukan darurat militer-jam malam

Sementara itu, produksi minyak Rusia dilaporkan turun sekitar 0,6 persen pada Januari dibandingkan Desember. Di kawasan Afrika Utara, Mesir justru mengambil langkah agresif dengan mendorong perusahaan migas internasional menggandakan produksi pada 2030 melalui revisi kontrak guna menarik investasi baru

Pelaku pasar kini menanti data resmi persediaan minyak mentah Amerika Serikat dari Administrasi Informasi Energi (EIA). Sebelumnya, data Institut Perminyakan Amerika (API) menunjukkan stok minyak mentah AS melonjak 13,4 juta barel pada pekan yang berakhir 6 Februari.

Lonjakan stok ini berpotensi menjadi penyeimbang reli harga, meski untuk saat ini sentimen geopolitik masih menjadi penggerak utama pasar energi global.

Follow WhatsApp Channel www.beritaruang.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemerintah Apresiasi Astra Bantu Penguatan Layanan Kesehatan di Sumatera
PTPN PalmCo Jaga Harga Minyakita Sesuai HET Jelang Idul Fitri
DPR–Pemerintah Dikebut Rampungkan UU Ketenagakerjaan, Target Tuntas Oktober 2026
KPK Nilai Pilkada Lewat DPRD Lebih Rawan Transaksi Korupsi
Viral dan Dikecam Publik, Babinsa Kemayoran Dijatuhi Hukuman Disiplin Berat
KPK Bantah Klaim Noel, Tegaskan Menkeu Purbaya Bukan Target
Kontainer Bertumpuk, Bareskrim Sita Barang Bukti Dugaan Fraud PT DSI
Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Perusak Hutan di Sumatra Usai Banjir Melanda Tiga Provinsi

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 13:42 WIB

Pemerintah Apresiasi Astra Bantu Penguatan Layanan Kesehatan di Sumatera

Minggu, 8 Maret 2026 - 23:29 WIB

PTPN PalmCo Jaga Harga Minyakita Sesuai HET Jelang Idul Fitri

Jumat, 13 Februari 2026 - 21:30 WIB

DPR–Pemerintah Dikebut Rampungkan UU Ketenagakerjaan, Target Tuntas Oktober 2026

Kamis, 12 Februari 2026 - 08:57 WIB

Harga Minyak Terbang, Ketegangan AS–Iran Picu Kekhawatiran Pasokan Global

Sabtu, 7 Februari 2026 - 15:22 WIB

KPK Nilai Pilkada Lewat DPRD Lebih Rawan Transaksi Korupsi

Berita Terbaru