MEDAN |BeritaRuang– Kantor BPJS Kesehatan Cabang Medan digeruduk puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa Masyarakat Bersatu Sumatera Utara (KMMB-SU), Rabu (29/4/2026).
Aksi yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB itu berlangsung panas. Massa datang membawa tuntutan serius terkait buruknya pelayanan BPJS, dugaan praktik klaim fiktif, hingga kebijakan pemutusan kerja sama rumah sakit yang dinilai tebang pilih dan merugikan masyarakat.
Ketegangan terjadi sejak awal aksi. Massa menilai pihak BPJS Medan menunjukkan sikap arogan dan tidak bersahabat saat menerima aspirasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua KMMB-SU, Sutoyo, S.H., mengecam keras sikap tersebut.
“Kami datang membawa suara rakyat, tapi disambut dengan sikap sinis dan nada tinggi. Ini bukti BPJS Medan sudah tidak peduli dengan penderitaan masyarakat,” tegasnya lantang
Kontrak RS Diputus, Rakyat Jadi Korban
KMMB-SU menyoroti kebijakan BPJS Medan yang memutus kerja sama dengan salah satu rumah sakit swasta sejak 2023 tanpa solusi jelas.
Dampaknya, masyarakat harus mencari layanan kesehatan ke fasilitas lain yang lebih jauh dan terbatas.
“Ini bukan pelayanan, ini menyulitkan rakyat! Jangan jadikan birokrasi sebagai alat untuk menghambat hak sehat masyarakat,” ujar Sutoyo.
Kasus Klaim Fiktif Diduga Ditutup-Tutupi
Mahasiswa juga menyoroti dugaan kasus klaim fiktif (phantom billing) di dua rumah sakit swasta wilayah Langkat-Binjai pada tahun 2024.
Hingga kini, belum ada transparansi maupun sanksi tegas dari BPJS Medan. KMMB-SU mencurigai adanya ketimpangan dalam penindakan.
“Rumah sakit bermasalah seolah dilindungi, sementara yang dibutuhkan masyarakat justru diputus kontraknya. Ada apa ini?” kritik massa.
Ini 5 Tuntutan Keras Mahasiswa
Dalam pernyataan sikap, KMMB-SU menyampaikan tuntutan tegas:
- Transparansi alasan pemutusan kontrak rumah sakit dan pemulihan kerja sama.
- Publikasi terbuka RS yang terlibat klaim fiktif 2024 di Langkat dan Binjai
- .Evaluasi pejabat BPJS yang tidak profesional dan tidak humanis.
- Copot Kepala SDM BPJS Medan yang dinilai arogan dan anti kritik.
- Audit total kebijakan kemitraan BPJS Cabang Medan.
Ancaman Aksi Lebih Besar
KMMB-SU menilai respons BPJS hanya normatif dan tidak menjawab persoalan utama. Mereka pun mengancam akan kembali turun dengan massa yang lebih besar.
Aksi berakhir sekitar pukul 13.00 WIB dengan pengawalan aparat. Namun mahasiswa menegaskan, perjuangan belum selesai.
“Kami akan terus turun sampai hak kesehatan masyarakat benar-benar dijamin. Ini bukan sekadar aksi, ini perlawanan untuk rakyat,” tutup Sutoyo.











