Wakil Ketua KPK Tegaskan Integritas Harus Dimulai dari Ruang Kelas

- Penulis

Jumat, 10 April 2026 - 16:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA,BeritaRuang — Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ibnu Basuki Widodo, menegaskan bahwa integritas harus ditanamkan sejak dini, dimulai dari ruang kelas melalui peran strategis perguruan tinggi.

Hal tersebut disampaikan dalam Studium General Milad ke-42 Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Jumat, di Surabaya, Jawa Timur.

“Korupsi adalah kebusukan yang menggoyahkan sistem. Tidak hanya merugikan negara, tetapi juga meruntuhkan kepercayaan publik,” ujar Ibnu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menekankan bahwa korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan bentuk penyalahgunaan kekuasaan yang merusak moral, sistem, dan masa depan bangsa.

Menurutnya, secara sederhana korupsi merupakan tindakan memperkaya diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum yang berdampak pada kerugian keuangan negara.

Ribuan Pelaku Korupsi

Data KPK mencatat sejak 2004 hingga 2025 terdapat 1.951 pelaku tindak pidana korupsi dari berbagai latar belakang profesi.

Ibnu menjelaskan, praktik korupsi terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari grand corruption, petty corruption, hingga political corruption, yang menunjukkan bahwa persoalan ini masih menjadi ancaman serius lintas sektor.

Baca Juga :  Kejagung Copot Kajari, Kasi Intel dan Kasi Datun Kejari HSU Tersangka KPK!

Ia juga memaparkan faktor penyebab korupsi berdasarkan teori fraud hexagon, seperti tekanan, kesempatan akibat lemahnya sistem, rasionalisasi, arogansi kekuasaan, hingga kolusi.

“Ketika sistem lemah dan integritas runtuh, korupsi menjadi sesuatu yang dianggap biasa,” katanya.

Dampak Luas Korupsi

Mengacu pada United Nations Convention Against Corruption (UNCAC), Ibnu menegaskan bahwa korupsi berdampak luas, mulai dari merusak demokrasi, meningkatkan kriminalitas, hingga memperparah kemiskinan dan pengangguran.

Ia mencontohkan kasus proyek KTP elektronik (e-KTP) yang menyebabkan kerugian negara besar.

“Anggaran tersebut seharusnya bisa digunakan untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan energi yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

“Korupsi bukan sekadar angka, tetapi hilangnya kesempatan rakyat untuk hidup lebih baik,” tegasnya.

Indeks Korupsi Masih Rendah

Ibnu menyebut skor Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia saat ini berada di angka 34 dari 100, dengan peringkat 109 dari 180 negara, yang menunjukkan tantangan besar dalam pemberantasan korupsi.

KPK, lanjutnya, menerapkan tiga strategi utama:

  • Pendidikan (membangun nilai don’t want to corrupt)
  • Pencegahan (memperbaiki sistem can’t corrupt)
  • Penindakan (efek jera dare not corrupt)
Baca Juga :  Ketua KPU Tanjung Balai Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp 1,2 M

Sorotan Dunia Pendidikan

Ibnu juga menyoroti masih adanya pelanggaran integritas di dunia pendidikan, seperti menyontek, plagiarisme, hingga gratifikasi.

Data menunjukkan:

  • 58% mahasiswa pernah menyontek
  • 43% kampus ditemukan plagiarisme dosen
  • 30% tenaga pengajar menganggap pemberian hadiah sebagai hal wajar

“Jika ruang akademik kehilangan integritas, maka masa depan bangsa kehilangan pondasinya,” katanya.

Ia menegaskan pentingnya implementasi nilai antikorupsi melalui Tridharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Komitmen Kampus

Sementara itu, Rektor Umsura, Prof. Dr. Mundakir, S.Kep., M.Kes., menyampaikan bahwa pencegahan korupsi harus dimulai dari penanaman nilai, bukan hanya penindakan.

“Perjalanan Umsura hingga terintegrasi di kampus Sutorejo tidak mudah, tetapi menjadi fondasi kuat dalam membangun tata kelola dan nilai integritas,” ujarnya.

Ia menambahkan, forum tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan, termasuk kerja sama dengan KPK dalam menghadirkan edukasi antikorupsi di lingkungan kampus.

Follow WhatsApp Channel www.beritaruang.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Tetapkan Bupati Klaten dan Kepala BPK Jawa Tengah sebagai Tersangka Usai OTT, Sita Uang Rp1,2 Miliar
Tim URC Polres Batubara Amankan Tiga Perempuan Diduga Sindikat Pencurian Emas Antarprovinsi
Polda Sumut Tangkap 29 Pelaku Dugaan Pencurian dalam Sehari, Upaya Beri Rasa Aman
Dua Pria Diduga Terlibat Pembunuhan Wakil Rektor II ITB Indonesia Ditangkap Polisi
KMMB SUMUT Gelar Aksi, Desak Polda Sumut Usut Dugaan Penyerangan di Kediaman Mimi Herlina
Terdakwa Penikam Anak Kepling di Medan Divonis 8 Tahun Penjara
Hakim Vonis Seumur Hidup Dua Terdakwa Pembunuhan Berencana Pelajar SMP, JPU Ajukan Banding
Polrestabes Medan Ungkap Jaringan Narkoba Lintas Provinsi Bermodus Jasa Ekspedisi

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:22 WIB

KPK Tetapkan Bupati Klaten dan Kepala BPK Jawa Tengah sebagai Tersangka Usai OTT, Sita Uang Rp1,2 Miliar

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Tim URC Polres Batubara Amankan Tiga Perempuan Diduga Sindikat Pencurian Emas Antarprovinsi

Selasa, 29 September 2026 - 16:05 WIB

Polda Sumut Tangkap 29 Pelaku Dugaan Pencurian dalam Sehari, Upaya Beri Rasa Aman

Selasa, 29 September 2026 - 15:57 WIB

Dua Pria Diduga Terlibat Pembunuhan Wakil Rektor II ITB Indonesia Ditangkap Polisi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:35 WIB

KMMB SUMUT Gelar Aksi, Desak Polda Sumut Usut Dugaan Penyerangan di Kediaman Mimi Herlina

Berita Terbaru