Binjai | BeritaRuang —
Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Sumatera Utara menegaskan komitmennya untuk kembali menggelar aksi lanjutan (aksi jilid dua) terkait aktivitas Tempat Hiburan Malam (THM) Blue Night di Kota Binjai. Penegasan tersebut disampaikan usai aksi demonstrasi damai yang digelar oleh gabungan mahasiswa dan masyarakat pada Selasa.
Aliansi ini terdiri dari Dewan Mahasiswa (DEMA) STIT Al-Washliyah Kota Binjai, Ikatan Pelajar Al-Washliyah (IPA) Kota Binjai, serta Gerakan Mahasiswa dan Rakyat Daerah Sumatera Utara. Aksi digelar sebagai bentuk penyampaian aspirasi publik terkait pentingnya keselamatan masyarakat dan pengawasan terhadap operasional tempat hiburan malam.
Aksi tersebut mencuat menyusul beredarnya informasi di tengah masyarakat mengenai dugaan meninggalnya seorang pengunjung setelah beraktivitas di THM Blue Night. Meski demikian, aliansi menegaskan bahwa demonstrasi yang dilakukan bukan bentuk tuduhan maupun penghakiman terhadap pihak tertentu
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini murni dorongan moral dan konstitusional agar pemerintah daerah serta aparat penegak hukum melakukan klarifikasi, penelusuran, dan evaluasi secara terbuka, objektif, serta profesional,” tegas Ketua DEMA STIT Al-Washliyah Kota Binjai, Zia Ulhaq.
Ia menyebutkan, kegelisahan mahasiswa dan masyarakat muncul akibat minimnya kejelasan informasi yang beredar di ruang publik. Menurutnya, transparansi menjadi hal mutlak untuk mencegah spekulasi dan keresahan sosial
“Keselamatan masyarakat adalah hal utama. Jika tidak ada pelanggaran, maka harus disampaikan secara terbuka kepada publik. Namun jika ditemukan adanya kelalaian, tentu harus ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.
Senada, Ketua Ikatan Pelajar Al-Washliyah (IPA) Kota Binjai, Muhd Yusril Mahendra, menekankan pentingnya keterbukaan pemerintah daerah dalam menjelaskan aspek perizinan, sistem pengelolaan, serta mekanisme pengawasan terhadap tempat hiburan malam.
“Keterbukaan informasi adalah kunci menjaga kepercayaan publik dan mencegah polemik yang berlarut-larut,” katanya.
Aliansi menyatakan, apabila tuntutan klarifikasi dan evaluasi tidak ditindaklanjuti secara serius oleh pihak terkait, maka aksi jilid dua akan kembali digelar sebagai bentuk konsistensi perjuangan dan pengawalan aspirasi masyarakat.
Aksi demonstrasi berlangsung tertib dan kondusif tanpa tindakan anarkis. Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Sumatera Utara menegaskan akan terus mengawal isu ini secara konstitusional dengan mengedepankan prinsip keadilan, transparansi, dan kepentingan publik.






