Binjai,BeritaRuang — Ketua STIT Al-Washliyah Binjai secara tegas membantah isu yang menyebut adanya iuran kegiatan Mahasiswa Islam Masa Awal (Masima) sebesar Rp18 juta tanpa laporan pertanggungjawaban (LPJ), serta tudingan tidak transparannya kinerja Presiden Mahasiswa (Presma) berinisial ZU.
Ketua STIT Al-Washliyah Binjai menegaskan bahwa informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Ia memastikan pengelolaan dana kegiatan Masima telah dilakukan sesuai dengan mekanisme organisasi kemahasiswaan dan aturan administrasi kampus.
“Perlu kami luruskan, laporan keuangan dan LPJ kegiatan Masima telah disampaikan langsung oleh Presiden Mahasiswa ZU di hadapan pimpinan kampus, mulai dari Ketua STIT hingga Wakil Ketua I, II, dan III,” ujarnya, Senin.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, penyampaian laporan tersebut merupakan wujud komitmen transparansi dan akuntabilitas organisasi mahasiswa. Oleh karena itu, tuduhan bahwa dana Masima tidak dipertanggungjawabkan dinilai keliru dan berpotensi menyesatkan opini publik
Pihak kampus juga menjelaskan bahwa dalam praktik administrasi kemahasiswaan, terdapat tahapan dan alur birokrasi yang harus dilalui sebelum LPJ dinyatakan final secara kelembagaan. Namun, proses tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk menuding adanya penyimpangan dana.
“Presiden Mahasiswa tidak bekerja sendiri. Seluruh kegiatan mahasiswa berada dalam pengawasan dan pembinaan pihak kampus,” tambahnya.
Ketua STIT Al-Washliyah Binjai menyayangkan adanya pemberitaan yang menyeret nama Presiden Mahasiswa tanpa adanya klarifikasi menyeluruh kepada pihak kampus. Menurutnya, hal tersebut berpotensi merugikan individu maupun mencederai citra institusi pendidikan.
Ia menegaskan bahwa STIT Al-Washliyah Binjai senantiasa menjunjung tinggi prinsip transparansi, akuntabilitas, dan integritas, serta membuka ruang klarifikasi dan dialog bagi seluruh mahasiswa.






