MEDAN, 9 Maret 2026 – Koalisi Mahasiswa Masyarakat Bersatu Sumatera Utara (KMMB-SU) menggelar aksi massa di Kota Medan sebagai bentuk protes terhadap kebakaran lahan yang diduga terjadi di area konsesi PT SGN MKSO Kebun Kwala Madu yang berdampak pada kecelakaan di ruas Jalan Tol Langkat–Binjai.
Dalam aksi tersebut, massa juga mengecam dugaan upaya penyuapan yang disebut dilakukan oleh seorang oknum karyawan PT SGN MKSO Kebun Kwala Madu berinisial YS. Upaya tersebut diduga dilakukan untuk meredam aksi mahasiswa.
Koordinator aksi, Sutoyo, S.H, menyatakan bahwa kebakaran lahan yang terjadi telah menimbulkan kabut asap tebal hingga mengganggu jarak pandang di jalan tol dan diduga menjadi salah satu penyebab kecelakaan beruntun yang merugikan pengguna jalan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Apa yang terjadi ini bukan sekadar peristiwa biasa. Kami menilai ada kelalaian dalam pengelolaan lahan yang berdampak pada keselamatan masyarakat,” ujar Sutoyo dalam orasinya.
Ia menegaskan bahwa perusahaan harus bertanggung jawab atas kejadian tersebut, baik secara hukum maupun secara moral kepada masyarakat yang terdampak.
Dalam kesempatan itu, KMMB-SU juga mengungkap adanya dugaan upaya pemberian uang kepada pimpinan mahasiswa sebelum aksi berlangsung. Uang tersebut diduga diberikan oleh oknum karyawan PT SGN MKSO Kebun Kwala Madu.
Sebagai bentuk penolakan terhadap dugaan upaya penyuapan tersebut, mahasiswa mengembalikan uang yang diberikan di hadapan pihak manajemen kebun.
“Mahasiswa tidak bisa dibungkam dengan uang. Kami mengembalikan uang itu sebagai bentuk penolakan terhadap segala bentuk upaya membungkam suara kritis,” tegas Sutoyo.
KMMB-SU juga menyatakan akan kembali menggelar aksi lanjutan apabila dalam waktu 3×24 jam tidak ada tanggapan resmi maupun klarifikasi dari pihak PT SGN terkait peristiwa kebakaran lahan dan dugaan upaya penyuapan tersebut.






