Medan (BeritaRuang) – Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara menyatakan kesiapan menyalurkan jagung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada peternak ayam petelur di daerah tersebut.
Pemimpin Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto, mengatakan pihaknya saat ini tinggal menunggu instruksi dari pemerintah pusat untuk merealisasikan penyaluran tersebut.
“Kami tinggal menunggu perintah dari pemerintah pusat untuk menyalurkan jagung SPHP kepada peternak ayam petelur di daerah ini,” ujarnya di Medan, Jumat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menyebutkan, stok jagung yang tersedia di gudang Bulog Sumut mencapai 2.796 ton. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan peternak ayam petelur di wilayah Sumatera Utara, khususnya yang memasok kebutuhan telur di Kota Medan dan sekitarnya.
Dari total stok tersebut, sebanyak 1.418 ton sebelumnya telah ditargetkan untuk disalurkan kepada peternak ayam petelur. Penyaluran akan difokuskan ke sejumlah sentra produksi, yakni Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Langkat, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Simalungun, dan Kabupaten Asahan.
Menurut Budi, wilayah-wilayah tersebut merupakan sentra peternak ayam petelur yang berperan penting dalam menjaga pasokan telur di Sumatera Utara.
Penyaluran jagung SPHP ini merupakan amanah dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) kepada 20 peternak ayam petelur mandiri.
Adapun jagung yang disalurkan berupa Jagung Pipil Kering (JPK) hasil pengadaan dalam negeri dengan kadar air maksimal 14 persen dan kandungan aflatoksin maksimal 50 ppb.
Jagung SPHP tersebut akan dijual kepada peternak ayam petelur mandiri dengan harga Rp5.000 per kilogram dalam kemasan baru seberat 50 kilogram neto.






