MEDAN: Tumpukan sampah menjadi keluhan warga di sejumlah wilayah Kota Medan. Salah satu lokasi berada di Jalan Karya, Kelurahan Glugur Kota, Kecamatan Medan Barat, yang berada di kawasan pusat kota metopolitan itu. Kondisi serupa juga dialami warga di Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal.
Di Jalan Karya, sampah menumpuk hingga hampir memakan sebagian badan jalan.
Tingginya diperkirakan mencapai 3 hingga 4 meter, hampir setinggi rumah warga di sekitarnya. Sampah-sampah tersebut menimbulkan bau tidak sedap dan dikerumuni lalat.
BeritaRuang melaporkan tumpukan sampah tersebut diduga merupakan sisa banjir yang terjadi pada akhir November lalu. Warga mengaku khawatir kondisi tersebut dapat memicu munculnya berbagai penyakit.
“Ini semenjak mulai banjir hari Kamis tanggal 27 November. Jadi enggak terbuang ini sampah sampai sekarang. Sangat meresahkan, banyak lalat, banyak ulat ke jalan itu. Lalat berterbangan sampai ke mari, pokoknya sangat meresahkan. Aromanya sangat bau,” kata seorang warga bernama Ardi kepada BeritaRuang, Senin (22/12).
Ardi juga menyebut tumpukan sampah semakin bertambah karena ada warga lain yang membuang sampah dengan cara melemparkannya dari sepeda motor.
“Kadang gini, ada orang naik kereta (sepeda motor) campakkan, buang, ke mari lah. Jadi seakan-akan di sini memang macam jadi tempat penampungan sampah. Dan masyarakat di sini tempat tinggalnya sudah mulai resah karena lalat berterbangan sampai ke kampung ini,” kata Ardi.
Ia berharap agar sampah tersebut dapat dibersihkan pemerintah karna khawtir warga terkena penyakit









