JAKARTA – Koalisi Mahasiswa Masyarakat Bersatu Sumatera Utara (KMMB SUMUT) menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri), Jakarta. Dalam aksinya, massa menyampaikan tuntutan agar Kapolri Listyo Sigit Prabowo memberikan perhatian serius terhadap penanganan dugaan peredaran narkotika di wilayah Jermal 15, Sumatera Utara.
Dalam orasinya, massa aksi menyoroti status GS yang disebut telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait dugaan kasus peredaran narkotika di kawasan Jermal 15, Deli Serdang/Medan. Hingga saat ini, yang bersangkutan disebut belum berhasil diamankan aparat penegak hukum.
Koordinator aksi, Muhammad Nur Adlin, S.H., menyampaikan bahwa kedatangan mereka ke Jakarta merupakan bentuk aspirasi dan dorongan agar aparat penegak hukum melakukan langkah konkret dan transparan dalam menangani perkara tersebut
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami meminta Kapolri mengevaluasi kinerja jajaran di bawahnya, termasuk di tingkat Polda dan Polrestabes. Penegakan hukum harus berjalan tegas dan tanpa tebang pilih,” ujarnya di depan gerbang Mabes Polri.
Tiga Poin Tuntutan KMMB SUMUT
Dalam aksi tersebut, KMMB SUMUT menyampaikan beberapa poin utama tuntutan:
- Mendesak evaluasi terhadap kinerja aparat di wilayah hukum setempat, khususnya terkait penanganan kasus narkotika di kawasan Jermal 15.
- Meminta langkah menyeluruh dalam pemberantasan peredaran narkotika yang dinilai telah berdampak pada kondisi sosial dan masa depan generasi muda di Sumatera Utara.
- Mendorong agar Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia (Bareskrim Polri) memberikan atensi khusus atau supervisi dalam percepatan penanganan perkara tersebut.
Ketua KMMB SUMUT, Sutoyo, S.H., dalam orasinya menyatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk kontrol sosial dan dukungan terhadap komitmen Polri dalam pemberantasan narkotika.
Ia menegaskan, penanganan perkara tersebut dinilai menjadi bagian dari ujian konsistensi institusi kepolisian dalam menegakkan hukum secara profesional dan berkeadilan.
Aksi berlangsung dalam situasi tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait tuntutan yang disampaikan massa aksi.






